Mulut di ciptakan sangat banyak kegunaannya untuk kelangsungan hidup manusia.
Mulut juga mempunyai peranan yg penting untuk berbagai macam keperluan semua mahluk hidup di bumi ini.
Melalui mulut kita bisa menikmati makanan,dengan mulut kita bisa bersosialisasi dg orang lain.dengan mulut juga kita bisa bernyanyi,bersiul,berbicara,berdoa,∂ª♎ dll.
Namun sadarkah kalau melalui mulut kita juga bisa menyebabkan banyak masalah bahkan bisa merugikan diri sendiri,bahkan merugikan orang lain,∂ª♎ yang lebih fatal bisa menyebabkan kutuk untuk diri kita sendiri.
Betapa sangat berperanan penting mulut buat kita manusia.
Dengan mulut kita bisa memuji Tuhan,dg mulut juga kita bisa mengumpat,dg mulut juga kita bisa memberkati.betapa seriusnya perkara mulut ini...
Terkadang kita sadar bahwa yg keluar dari mulut ini bisa memancarkan kehidupan kita kpd orang lain,maupun kepada Tuhan.
Mulut bisa seperti pedang yg tajam melukai sesama kita.bahkan caci maki,kata2 kotor sering terlontar dari sana.bahkan Tuhan sendiri berkata tidak ada yg sanggup menjinakkan lidah/mulut kita.
Betapa mengerikan mulut ini,jika kita tidak mempergunakan dg baik baik tutur kata kita maupun sendau gurau kita.
Sbab apa yg keluar dari mulut kita bisa menentukan nasib kita skarang dibumi ini,maupun untuk penghidupan yg akan datang selain di atas muka bumi ini.
Saudara/saudariku dengan mulut kelak kita akan dipuji oleh Tuhan,atau kelak karena mulut, kita akan di hukum oleh Tuhan.semua itu tergantung diri kita sendiri bagaimana semasa kita hidup di dunia mempergunakan mulut kita.
Oleh sebab itu mumpung masih ada kesempatan gunakanlah mulut kita dg baik ∂ª♎ berkenan kpd Tuhan,sehingga kelak kita tidak menanggung hukuman.semua pilihan ada di tangan kita bagaimana kita menyikapi mengenai mulut kita.
Apakah untuk Kemuliaan Tuhan,atau untuk penyesalan karena kita dg ceroboh mengunakan mulut kita yg sebenarnya sangat berharga dimata Tuhan untuk mengenapkan tujuannya atas rencana Tuhan menciptakan manusia.
Kamis, 26 Mei 2011
Selasa, 24 Mei 2011
HATI MU
Keserakahan,rasa iri,dengki,amarah,dendam,kepahitan,ketidak puasan diri itu seringkali mudah menghampiri semua insan di dunia ini.Adakah kita menyadari terhadap perkara-perkara yang kelihatannya kecil ini..,bisa menyebabkan penyakit yang berkepanjangan bahkan bisa menyebabkan kematian.Tetapi kenapa rasa ini harus ada dihati??siapakah yang salah?...
Tuhan menciptakan hati kepada kita tentunya se
mpurna adanya. tetapi perasaan-perasaan di atas dari manakah timbul??
Adakah kita menyadari bahwa semua itu timbul dari penghidupan yang kita tempuh sekarang di bumi ini yang dihiasi oleh berbagai macam keadaan,masalah,yang membuat/bahkan menghimpit manusia!!sehingga hati manusia menjadi ternoda
&bahkan menjadi hati yang keras dan bahkan membatu sehingga menjadi hati yang seringkali menyakiti orang lain...bahkan menjadikan hati yang lain perih/dan bahkan membuat luka yang dalam....
Teman semua...,itu bukan salah Tuhan,sbab Tuhan itu tidak pernah salah!!!
Bagaimana kita menjaga agar hati kita menjadi hati yang tidak bernoda seperti semula
Tuhan memberikannya kepada kita...kelihatannya mustahil karena banyak perkara di dunia ini yang tidah bisa kita bantah..tapi...bagaimana??apakah kita tinggal diam?
Teman..yang menciptakan hati adalah Tuhan maka untuk menyembuhkan,membereskan perkara hati kita juga adalah Tuhan,Ĵƌnġɑ̤̈̊Ŋ keraskan hati kita,tapi lembutkanlah hati kita sehingga Tuhan dapat meraja dihati kita.sehingga hati kita yang ternoda,yang tercemari oleh perkara dunia maupun oleh sijahat/iblis bisa dipulihkan dan disembuhkan oleh Tuhan.undang lah Dia untuk masuk dan memenuhi seantero hati kita sehingga kita benar-benar mempunyai hati yang tidak bercacat dan bernoda dihadapan-Nya.
Tuhan menciptakan hati kepada kita tentunya se
mpurna adanya. tetapi perasaan-perasaan di atas dari manakah timbul??
Adakah kita menyadari bahwa semua itu timbul dari penghidupan yang kita tempuh sekarang di bumi ini yang dihiasi oleh berbagai macam keadaan,masalah,yang membuat/bahkan menghimpit manusia!!sehingga hati manusia menjadi ternoda
&bahkan menjadi hati yang keras dan bahkan membatu sehingga menjadi hati yang seringkali menyakiti orang lain...bahkan menjadikan hati yang lain perih/dan bahkan membuat luka yang dalam....
Teman semua...,itu bukan salah Tuhan,sbab Tuhan itu tidak pernah salah!!!
Bagaimana kita menjaga agar hati kita menjadi hati yang tidak bernoda seperti semula
Tuhan memberikannya kepada kita...kelihatannya mustahil karena banyak perkara di dunia ini yang tidah bisa kita bantah..tapi...bagaimana??apakah kita tinggal diam?
Teman..yang menciptakan hati adalah Tuhan maka untuk menyembuhkan,membereskan perkara hati kita juga adalah Tuhan,Ĵƌnġɑ̤̈̊Ŋ keraskan hati kita,tapi lembutkanlah hati kita sehingga Tuhan dapat meraja dihati kita.sehingga hati kita yang ternoda,yang tercemari oleh perkara dunia maupun oleh sijahat/iblis bisa dipulihkan dan disembuhkan oleh Tuhan.undang lah Dia untuk masuk dan memenuhi seantero hati kita sehingga kita benar-benar mempunyai hati yang tidak bercacat dan bernoda dihadapan-Nya.
Minggu, 22 Mei 2011
PERHENTIAN JIWA
Jiwa oh jiwa,engkau sering mengembara mencari kepuasan.memang aku akui aku memerlukan semua itu untuk memenuhi semua
Rasa kehausan dalam jiwa.dengan berbagai macam cara,kadang dengan musik aku memuaskanmu,kadang dengan berbelanja yg sebenarnya aku tdk memerlukan barang2 belanjaanku itu,tapi tetap rasa hausmu tidak pernah terpenuhi.
Semuanya aku merasa tidak ada artinya..akupun mencoba memuaskanmu dg berbagai macam tontonan bkn hanya televisi,bioskop,maupun youtube,itupun tidak cukup membuatmu puas...
Jiwa,ooh jiwa..apa maumu sebenarnya??itulah yg terkadang selalu muncul dlm benakku...
Akupun mencari dan mencari hal2 untuk memuaskanmu..terkadang akupun tersadar aku seperti engkau perbudak untuk memuaskan rasa yg ada di jiwa ini,aku mencoba memuaskanmu dg pelesiran di tempat2 yg sudah di sediakan di dunia ini..tapi apa hasilnya??jiwapun tidak pernah ada kepuasan yg aku rasakan benarkah sperti jiwa..
Wahai jiwa selama aku hidup di dunia ini akau rasa aku tidak pernah bisa memuaskamu..
Beruntung aku cepat tersadar dari perkara ini.engkau sesungguhnya adalah pribadi yg tdk prnh bisa terpuaskan.
Hai engkau jiwa,yg berdiam di dalam ku..kini aku tahu apa sebenarnya keperluanmu.
Engkau memerlukan 1 pribadi yg bisa membuatmu diam bahkan engkau akan sangat tenang di dalam sgala rasa hausmu yg manusia manapun tdk sanggup utk memuaskanmu.
Wahai engkau jiwa sesungguhnya engkau memerlukan Tuhan Sang penciptamu,hanya oleh Dialah engkau dapat puas..olehNya saja kamu dapat tentram dan terpuaskan dan mendapatkan perhentian dalam sgala keperluanmu.
Datang kepada Tuhan Sang Empunya jiwa maka engkau akan terpuaskan dalam sgala keinginanmu ada padaNya.
Dia akan mendekapmu memelukmu dan memuaskan sgala hasratmu,sgala ingimu..Tuhanlah jawabanmu.tenang,dan damailah jiwa Tuhanlah sesungguhnya keperluan.
Rasa kehausan dalam jiwa.dengan berbagai macam cara,kadang dengan musik aku memuaskanmu,kadang dengan berbelanja yg sebenarnya aku tdk memerlukan barang2 belanjaanku itu,tapi tetap rasa hausmu tidak pernah terpenuhi.
Semuanya aku merasa tidak ada artinya..akupun mencoba memuaskanmu dg berbagai macam tontonan bkn hanya televisi,bioskop,maupun youtube,itupun tidak cukup membuatmu puas...
Jiwa,ooh jiwa..apa maumu sebenarnya??itulah yg terkadang selalu muncul dlm benakku...
Akupun mencari dan mencari hal2 untuk memuaskanmu..terkadang akupun tersadar aku seperti engkau perbudak untuk memuaskan rasa yg ada di jiwa ini,aku mencoba memuaskanmu dg pelesiran di tempat2 yg sudah di sediakan di dunia ini..tapi apa hasilnya??jiwapun tidak pernah ada kepuasan yg aku rasakan benarkah sperti jiwa..
Wahai jiwa selama aku hidup di dunia ini akau rasa aku tidak pernah bisa memuaskamu..
Beruntung aku cepat tersadar dari perkara ini.engkau sesungguhnya adalah pribadi yg tdk prnh bisa terpuaskan.
Hai engkau jiwa,yg berdiam di dalam ku..kini aku tahu apa sebenarnya keperluanmu.
Engkau memerlukan 1 pribadi yg bisa membuatmu diam bahkan engkau akan sangat tenang di dalam sgala rasa hausmu yg manusia manapun tdk sanggup utk memuaskanmu.
Wahai engkau jiwa sesungguhnya engkau memerlukan Tuhan Sang penciptamu,hanya oleh Dialah engkau dapat puas..olehNya saja kamu dapat tentram dan terpuaskan dan mendapatkan perhentian dalam sgala keperluanmu.
Datang kepada Tuhan Sang Empunya jiwa maka engkau akan terpuaskan dalam sgala keinginanmu ada padaNya.
Dia akan mendekapmu memelukmu dan memuaskan sgala hasratmu,sgala ingimu..Tuhanlah jawabanmu.tenang,dan damailah jiwa Tuhanlah sesungguhnya keperluan.
Jumat, 20 Mei 2011
APAKAH TUJUAN HIDUPMU?
Sobat...adakah terpikir olehmu apakah tujuan dari hidup yang kini kita tempuh..kita diciptakan sempurna oleh Tuhan,apakah tujuan penciptaanNya atas diri kita.penghidupan yg kita tempuhpun semuanya hanya sementara.tidak ada kekekalan untuk kita nikmati.
Aaah jika memang demikian kita di ciptakan,betapa sia-sianya kita hidup.kita dilahirkan,tumbuh mnjadi dewasa,lalu mjadi tua,dan akan tiba ajal menjemput kita yg tidak pernah bisa kita tolak dan hindari kita akan tinggalkan dunia yg fana ini.sobat..perlu kita ketahui tidak mungkin Tuhan menciptakan kita hanya untuk perkara yg tidak ada artinya.
Tuhan menciptakan kita bukan untuk perkara yg tiada artinya,Dia rindu agar manusia yg diciptakannya sempurna dari semua makluk yg lainnya tak lain adalah untuk menggenapkan tujuanNya.
Lalu...apakah tujuanNya???
Sobat...Dia rindu agar manusia bisa menjadi wadahnya yaitu untuk menampung Dia hingga kita bisa menjadi wakil/menjadi saluran kehendakNya,yaitu agar kita manusia dapat menjadi ekspresiNya.itulah kehendakNya!!betapa mulia manusia bisa menjadi penggenap kehendakNya.
Aaah jika memang demikian kita di ciptakan,betapa sia-sianya kita hidup.kita dilahirkan,tumbuh mnjadi dewasa,lalu mjadi tua,dan akan tiba ajal menjemput kita yg tidak pernah bisa kita tolak dan hindari kita akan tinggalkan dunia yg fana ini.sobat..perlu kita ketahui tidak mungkin Tuhan menciptakan kita hanya untuk perkara yg tidak ada artinya.
Tuhan menciptakan kita bukan untuk perkara yg tiada artinya,Dia rindu agar manusia yg diciptakannya sempurna dari semua makluk yg lainnya tak lain adalah untuk menggenapkan tujuanNya.
Lalu...apakah tujuanNya???
Sobat...Dia rindu agar manusia bisa menjadi wadahnya yaitu untuk menampung Dia hingga kita bisa menjadi wakil/menjadi saluran kehendakNya,yaitu agar kita manusia dapat menjadi ekspresiNya.itulah kehendakNya!!betapa mulia manusia bisa menjadi penggenap kehendakNya.
Masalah hayat
Menanam,menyiram,menumbuhkan,semua ini berhubungn dengan perkara hayat.Ini membuktikan bahwa kaum beriman adalah ladang Allah untuk menumbuhkan Kristus.Para minister hanya bisa menanam dan menyiram,hanya Allah yang bisa menumbuhkan.Kaum beriman di Koeintus menjungjung tinggi orang-orang yang menanam dan menyiram,tetepi mengabaikan Allah yang menunbuhkan.Ituhah sebabnya mereka tidak bertumbuh di dalam Kristus Yesus yang adalah hayat mereka
Kamis, 19 Mei 2011
Test Drive!!!
Katanya, manusia itu mahluk sempurna ya? Apakah kesempurnaan itu sudah kita warisi sejak lahir atau baru sekedar ‘potensi’ untuk sempurna? Faktanya, tidak ada manusia yang langsung hebat begitu dia lahir. Jadi, pastilah kesempurnaan manusia itu harus diperjuangkan. Begantung nilai perjuangannya; ada manusia yang semakin mendekati kesempurnaan diri, dan ada juga yang begitu-begitu saja. Lantas, bagaimana caranya supaya kita bisa semakin dekat kepada kesempurnaan itu?
Kesempurnaan itu dibangun dari elemen-elemen kecil berupa kualitas pribadi kita. Semakin banyak elemen yang bisa kita perbaiki, semakin dekat kita kepada kesempurnaan diri. Saya merangkum 5 cara yang bisa Anda tempuh untuk memperindah elemen-elemen diri itu. Berikut ini ulasannya.
1. Adu kualitas kerja dengan kualitas diri. Kualitas kerja seseorang mewakili kualitas pribadinya. Cek apakah kualitas kerja Anda sudah sama dengan kualitas pribadi Anda. Jika sudah sama; maka Anda sudah mencapai setengah jalan menuju diri Anda yang sesungguhnya. Setengahnya lagi apa? Belajar lagi sesuatu untuk meningkatkan kualitas diri Anda sedikit lagi. Lalu, adu lagi hasil kerja Anda, dan seterusnya.
2. Adu jumlah waktu tersia-siakan dengan waktu produktif. Waktu Anda hari ini, berbeda dengan waktu yang sudah berlalu. Sedangkan waktu yang disia-siakan sama sekali tidak meningkatkan nilai diri Anda. Coba periksa kembali, mana yang lebih banyak; waktu produktif Anda atau waktu yang Anda sia-siakan. Pastikan, bahwa waktu yang berharga itu mendukung proses penyempurnaan kapasitas diri Anda.
3. Adu gengsi dengan mawas diri. Gengsi ditandai dengan keengganan untuk mengakui kelemahan yang kita memiliki. Tersinggung jika ada orang yang menunjukkan kelemahan itu. Membela diri atau mencari pembenaran, meskipun hati kecil mengakuinya. Jika Anda selalu mawas diri, terbuka terhadap kritikan dan masukan, lalu melakukan perbaikan demi perbaikan; maka semakin hari, Anda menjadi semakin baik.
4. Adu kesombongan dengan kerendahan hati. Orang yang sombong itu tidak mau belajar dari orang lain yang derajatnya dinilai lebih rendah. Sekalipun orang yang dipandang rendah itu memiliki keluasan ilmu dan hikmah, jika Anda sombong tidak bisa mengambil pelajaran apapun. Sebaliknya kerendahan hati menuntun Anda untuk belajar dari siapapun sehingga semakin hari, pengetahuan dan keterampilan Anda menjadi semakin tinggi. Selalu ada peluang untuk meningkatkan kapasitas diri bagi mereka yang rendah hati.
5. Adu kebatilan dengan ketakwaan. Ingatlah bahwa tujuan akhir dari kehidupan kita adalah kembali kepada Tuhan. Sempurna atau tidaknya seseorang pada akhirnya akan ditentukan oleh penilaian yang Tuhan berikan. Sedangkan dimata Tuhan, manusia itu sama kecuali nilai takwanya. Artinya, seberapa patuh dia kepada perintah Tuhannya. Apakah perintah Tuhan itu? Menghindari perbuatan buruk, dan mengerjakan amal saleh. Jika manusia sudah mampu memenuhi perintah Tuhan itu, maka dia telah berhasil mencapai kesempurnaan dirinya.
Kesempurnaan bukan berarti tidak memiliki kelemahan. Namun, dengan mempraktekkan ke-5 hal diatas, saya yakin kita akan bisa mengimbangi kelemahan yang kita miliki dengan keunggulan yang mumpuni. Dengan begitu, kita akan semakin dekat dengan kesempurnaan insani.
Mari Berbagi Semangat!
Catatan Kaki:
Kesempurnaan manusia adalah proses, bukan keadaan. Makanya, meskipun manusia itu mahluk sempurna, tapi tidak ada manusia yang sempurna.
Kesempurnaan itu dibangun dari elemen-elemen kecil berupa kualitas pribadi kita. Semakin banyak elemen yang bisa kita perbaiki, semakin dekat kita kepada kesempurnaan diri. Saya merangkum 5 cara yang bisa Anda tempuh untuk memperindah elemen-elemen diri itu. Berikut ini ulasannya.
1. Adu kualitas kerja dengan kualitas diri. Kualitas kerja seseorang mewakili kualitas pribadinya. Cek apakah kualitas kerja Anda sudah sama dengan kualitas pribadi Anda. Jika sudah sama; maka Anda sudah mencapai setengah jalan menuju diri Anda yang sesungguhnya. Setengahnya lagi apa? Belajar lagi sesuatu untuk meningkatkan kualitas diri Anda sedikit lagi. Lalu, adu lagi hasil kerja Anda, dan seterusnya.
2. Adu jumlah waktu tersia-siakan dengan waktu produktif. Waktu Anda hari ini, berbeda dengan waktu yang sudah berlalu. Sedangkan waktu yang disia-siakan sama sekali tidak meningkatkan nilai diri Anda. Coba periksa kembali, mana yang lebih banyak; waktu produktif Anda atau waktu yang Anda sia-siakan. Pastikan, bahwa waktu yang berharga itu mendukung proses penyempurnaan kapasitas diri Anda.
3. Adu gengsi dengan mawas diri. Gengsi ditandai dengan keengganan untuk mengakui kelemahan yang kita memiliki. Tersinggung jika ada orang yang menunjukkan kelemahan itu. Membela diri atau mencari pembenaran, meskipun hati kecil mengakuinya. Jika Anda selalu mawas diri, terbuka terhadap kritikan dan masukan, lalu melakukan perbaikan demi perbaikan; maka semakin hari, Anda menjadi semakin baik.
4. Adu kesombongan dengan kerendahan hati. Orang yang sombong itu tidak mau belajar dari orang lain yang derajatnya dinilai lebih rendah. Sekalipun orang yang dipandang rendah itu memiliki keluasan ilmu dan hikmah, jika Anda sombong tidak bisa mengambil pelajaran apapun. Sebaliknya kerendahan hati menuntun Anda untuk belajar dari siapapun sehingga semakin hari, pengetahuan dan keterampilan Anda menjadi semakin tinggi. Selalu ada peluang untuk meningkatkan kapasitas diri bagi mereka yang rendah hati.
5. Adu kebatilan dengan ketakwaan. Ingatlah bahwa tujuan akhir dari kehidupan kita adalah kembali kepada Tuhan. Sempurna atau tidaknya seseorang pada akhirnya akan ditentukan oleh penilaian yang Tuhan berikan. Sedangkan dimata Tuhan, manusia itu sama kecuali nilai takwanya. Artinya, seberapa patuh dia kepada perintah Tuhannya. Apakah perintah Tuhan itu? Menghindari perbuatan buruk, dan mengerjakan amal saleh. Jika manusia sudah mampu memenuhi perintah Tuhan itu, maka dia telah berhasil mencapai kesempurnaan dirinya.
Kesempurnaan bukan berarti tidak memiliki kelemahan. Namun, dengan mempraktekkan ke-5 hal diatas, saya yakin kita akan bisa mengimbangi kelemahan yang kita miliki dengan keunggulan yang mumpuni. Dengan begitu, kita akan semakin dekat dengan kesempurnaan insani.
Mari Berbagi Semangat!
Catatan Kaki:
Kesempurnaan manusia adalah proses, bukan keadaan. Makanya, meskipun manusia itu mahluk sempurna, tapi tidak ada manusia yang sempurna.
Langganan:
Postingan (Atom)


